MAKALAH
STUDI AL QUR’AN
MUKJIZAT
AL-QUR’AN
Dosen
Pengampu:
1)
Prof.
Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
2)
Ati’
Nursyafa’ah, M. Kom. I
DISUSUN
OLEH :
Silvia
Arma Affidatus Syukriya
NIM:
B75219077
ILMU
KOMUNIKASI
FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UIN
SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA
PENGANTAR
Pertama,
marilah kita panjatkan puji syukur kepada kepada dengan rahmat dan hidayah-Nya,
makalah ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabat beliau.
Tujuan
pembuatan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas
mata kuliah Studi Al-Quran. Seperti
diketahui bersama, Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam tidak pernh
habis dibicarakan dari berbagai segi. Karena itu, dalam makalh ini akan dibahas
tentang mukjizat Al-Quran.
Saya
mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata
kuliah Studi Al-Quran dan Ati’ Nursyafa’ah M. Kom.I selaku asisten dosen yang
telah membantu selama proses pembuatan makalah ini.
Saya
tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu, saya
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah
ini nanti menjadi makalah yang lebih baik lagi.
Surabaya,
Agustus 2019
Silvia
Arma
Daftar Isi
Kata
Pengantar..................................................................... i
Daftar
Isi.............................................................................. ii
Bab
1.................................................................................... 1
Pendahuluan......................................................................... 1
Pengertian
Mukjizat Al Qur’an............................................ 2
Bab
2.................................................................................... 9
Ukuran Kemukjizatan Al-Qur’an......................................... 9
Bab
3.................................................................................... 17
Keistimewaan
Al Qur’an dibanding mukjizat ..................... 17
Bab
4.................................................................................... 22
Kesimpulan........................................................................... 22
Daftar
Pustaka...................................................................... 23
BAB
1
Pendahuluan
Alam yang luas
dan dipenuhi makhluk-makhluk Allah ini; gunung gunungnya yang menjulang tinggi,
samuderanya yang melimpah, dan daratannya yang menghampar luas, menjadi kecil
dihadapan makhluk lemah, yaitu manusia. Itu semua disebabkan Allah telah
menganugerahkan kepada makhluk manusiaini beragai keistimewaan dan kelebihan
serta memberinya kekuatan berpikir cemerlang yang dapat menebus segala medan
untuk menundukkan unsur-unsur kekuatan alam kemanusiaan.
Dan yang menjadi
salah satu objek yang menjadi kajian terpenting dalam “Ulum Al Qur’an” adalah
permasalahan terkait dengan mukjizat. Sebagaimana diketahui bahwa Al Qur’an
merupakan mukjizat terbesar yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW,
bahkan persoalan kemukjizatan Al Qur’an dari segi al-sirfah hingga sekarang masih menjadi perdebatan yang
berkepanjangan para ahli teologi Islam dari kalangan mu’tazilah dan Ahlisunnah.[1]
Pembicaraan
tentang kemujikzatan Qur’an juga merupakan satu macam mukjizat tersendiri, yang
di dalamnya para penyelidik tidak bisa mencapai rahasia satu sisi dari padanya sampai ia mendapatkan dibalik sisi itu sisi
lain yang akan disingkapkan rahasia.kemukjizatannya oleh zaman. Demikianlah, persis
sebagaimana dikatakan oleh ar-Rafi’i: “ Betapa serupa (bentuk pembicaraan)
Qur’an dalam susunan kemukjizatannya dan kemukjizatan sussunanya dengan sistem
alam, yang dikerumuni oleh para ulama dari segala arah serta diliputi dari
segala sisinya. Segala sisi itu mereka jadikan obyek kajian dan penyelidikan,
namun bagi mereka ia senantiasa tetap menjadi makhluk baru dan tempat tujuan
yang jauh”[2]
a)
Definisi Mukjizat
1.
Menurut bahasa kata mu’jizat berasal dari kata i’jaz yang terambil dari kata kerja a’jaza-i’jaza yang berarti melemahkan
atau menjadikan tidak mampu. Peakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz. Bila kemampuan melemahkan pihak
lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai mu;jizat. Sedangkan menurut istilah mu’jizat adalah peristiwa luar biasa
yang terjadi melalui seseorang yang menaku nabi, sebagai bukti kenabiannya.
Dengan redaksi yang berbeda,mukjizat
didefinisikan pula sebagai suatu yang luar biasa yang diperlihatkan Allah SWT.
Melalui para Nabi dan Rasul-Nya sebagai bukti atas ketenarannya pengakuanj nabi
dan kerasulannya [3]
2.
Menurut arti bahasa arab, Mukjizat berarti “ yang melemahkan “
sedangkan menurut istilah agama, Mukjizat itu ialah : “ sesuatu yang dapat
melemahkan “lawan” atau mengalahkan
kecerdikan dan kekuatan “musuh” ,
karena keadaannya sangat menyalahi adat kebiasaan yang telah ada. Melemahkan kekuatan
lawan, baik lahir maupun batin, baik mengimbanginnya, menyerupai dan bahkan
menolaknya”.[4]
3.
Menurut bahasa kata “ mu’jizah” berasal dari kata “ajz” (lemah), kebalikan dari kata “qudrah” (kuasa). Pada dasarnya Mu’jiz
itu adalah Allah SWT., yang menyebabkan selain-Nya juga adalah Zat Allah SWT., karena
ia sebagai penguasa mereka. Sebagai bentuk Mubalaghah (penegasan) kebenaran
berita, mengenai betapa lemahnya orang-orang yang didatangi Rasul untuk menentang
Mu’jiz tersebut maka huruf “ta”
marbbuthah ditambahkan kepada kata “mu’jiz” sehingga menjadi “mu’jizah”. Bentuk mubalagah ini terjadi
misalnya pada kata, “allamah”,“nassabah”
dan “rawiyah”. Menurut para Muttakallimin (teolog), mukjizat
ialahmunculnya sesuatu hal yang berbeda dengan adat kebiasaan yang terjadi di
dunia (dar al-taklif) untuk menunjukan kebenaran kenabian (nubuwwah) para Nabi[5].
4.
Maka mukjizat diartikan sebagai
suatu perkara yang berada diluar jangkauan kebiasaan, dan diluar sebab-sebab
yang diketahui oleh manusia. Dan mukjizat itu melumpuhkan kemampuan yang pernah
dilihat manusia pada tahun-tahun
sebelumnya[6].
5.
Mukjizat adalah suatu hal atau
peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku Nabi, sebagai
bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada yang ragu, untuk melakukan atau
mendatangkan hal serupa, namun mereka tidak mampu melayani tantangan itu
(Quraish Shihab, 1998: 23)
6.
Ketidakmampuan ini semata-mata
diluar jangkauan manusia (Hafni M. Syaraf, 1970: 7)
Kata i’jaz
dalam bahasa Arab berarti menganggap lemah kepada orang lain, sebagaimana Allah
berfirman dalam Q.S Al-Maidah ([5]:31)
Artinya :
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di
bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan
mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak
mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat
saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang
menyesal.[7]
Al-Quran ialah
mukjizat abadi Nabi Muhammad SAW, yang dengannya seluruh manusia dan jin
ditantang untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran tersebut,sebuah yang sama
dengan surat yang ada didalamnya. Para ahli balaghah dan para ahli bahasa Arab
diantara mereka ternyata tidak mampu membuat sebuah surat pun yang serupa
dengan surat yang ada di dalam Al-Quran sehingga akhirnya mereka menggunakan
kekuatan dengan berupaya memerangi Rasulullah, menawarkan jabatan dan harta
kepada beliau, bukan membuat sebuah
surat yang serupa dengan Al-Quran. Allah SWT. Didalam kitab-Nya menjelaskan
bahwa Al-Quran merupakan mukjizat :
Q.S
Al-Ankabut ([29]:50-51)
Artinya :
Dan
orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya
mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya
mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang
pemberi peringatan yang nyata".
Dan
apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al
Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al
Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang
beriman[8].
Dengan penjelasan ini, Allah SWT. Menegaskan bahwa Al-Quran
merupakan ayat yang terang dan mukjizat yang cukup bagi manusia
Mukjizat Al-Quran adalah mukjizat
intelektual yang sangat cocok dengan fakta bahwa pesan Islam ditujukan untuk
seluruh umat manusia selamanya. Oleh karena itu, secara fundamental Al-Qur’an
tidak akan pernah bisa dipalsukan oleh semua ilmu pengetahuan dan budaya
manapun. Mukjizat dari agama ini pada dasarnya akan terkuak sesuai dengan
tingkat kecerdasan manusia. Keontentikan Al-Qur’an tidak akan pernah bisa
dihilangkan atau diganti baik oleh tempat maupun waktu. [9]
Al-Qur’an itu sendiri mengemukakan
dasar- dasar pokok yang merupakan pegangan bagi para pembuat hukum. Al-Qur’an
tidak membawa dalil-dalil yang mendetail (terperimci) yang apabila cocok pada
suatu masa, maka tidak akan cocok pada masa yang lain. Tapi dengan dasarr-dasar
pokoknya,maka Al-Quran berlaku sepanjang waktu dan tempat
Begitu pula Al-Qur’an tidak akan
habis-habisnya ditafsirkan karena Al-Quran mengandung
keajaiban-keajaiban-keajaiban kalimat, huruf-huruf dan surat-suratnya.
b)
Unsur-unsur
Mukjizat
Menurut Manna
al-Qathtan (1994:259) unsur mukjizat ada empat antaralain: hal yang luar biasa,
Nabi, tantangan, dan tidak tertandingi. Al-Shabuni (1985: 101) menambahkan satu
unsur lagi, yaitu kekuasaan Allah SWT. Bagi Daud al-Aththar (1994: 51),
unsur-unsur mukjizat adalah ketidakmampuan orang lain untuk menandinginnya; ia
melanggar hukum-hukum alam; ia bukan mustahil secara akal dan ia berlaku untuk
menguatkan klaim perutusan Ilahi[10].
BAB II
Ukuran Kemukjizatan Al-Qur’an
A. Tujuan mukjizat Al-Qur’an adalah :
1. Membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW yang membawa mukjizat
kitab Al-Qur’an itu adalah benar-benar seorang Nabi/Rasul Allah.
2. Membuktikan bahwa kitab Al-Qur’an benar-benar wahyu Allah
SWT, bukan buatan malaikat Jibril dan bukan tulisan Nabi Muhammad SAW.
3. Menunjukkan kelemahan mutu sastra bahasa manusia, karena
terbukti pakar-pakar pujangga sastra dan seni bahasa Arab tidak ada yang mampu
mendatangkan kitab yang sama seperti al-Qur’an.
4. Menunjukkan kelemahan daya upaya dan rekayas umat manusia
yang tidak sebanding dengan keangkuhan dan kesombangan (Quraish
Shihahb,1998:35-36)[11].
B. Segi-Segi Kemukjizatan Al-Qur’an
Para ulama sangat
kesulitan dalam membeberkan keseluruhan mukjizat yang ada didalamnya. Oleh karenanya,
kemukjizatan Al-Qur’an dibedakan dalam bidang bidang :
1. Berita-berita kebenaran di masa yang akan datang
2. Bidang Kesusastraan
3. Bidang Tasyrie’: penentuan hukum, sosial maupun jinaya
(kesalahan)
4. Bidang Keilmuan[12]
AL-Qur’an
al-Karim digunakan Nabi untuk menantang orang-orang Arab tetapi mereka tidak
sanggup menghadapinya, padahal mereka sedimikian tinggi tingkat fasahah dan
balagah-Nya. Hal ini tiada lain karena Al-Qur’an adalah mukjzat.
Rasulullah
telah meminta orang Arab menandingi Al-Qur’an dalam tiga tahapan:
1)
Menantang mereka dengan seluruh Al-Qur’an dalam
uslub umum yang meliputi orang Arab sendiri dan orang lain, manusia dan jin,
dengan tantangan yang mengalahkan kemampuan mereka secara padu melalui
firman-Nya:
“Katakanlah:
"Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat
membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi
sebagian yang lain".(al-Isra’ [11]:88)
2)
Menantang mereka dengan sepuluh surat saja dari
Al- Qur’an dalam firman-Nya:
“ ataukah mereka mengatakan : ‘ Muhammad telah membuat buat Al-Qur’an
itu. ‘ katakanlah: ‘(jika demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang
dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup
(memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.’ Jika
mereka (yang kamu seru itu ) tidak menerima seruanmu itu, ketauhilah,
sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah.” (Hud[ 11]:13-14)
3)
Menantang mereka dengan satu surat saja dari Al-Qur’an
dalam firman-Nya:
“atau (patutkah) mereka mengatakan, ‘ Muhammad
membuat-buatnya.’Katakanlah: ‘(kalau benar yang kamu katakan itu), cobalah
datangkan sebuah surat seumpamanya.’” (Yunus (10):38). Tantangan ini diulangi
lagi dalam firman-Nya:
“Dan
jika kamu (tetap) dalam keadaan ragu tentang Al-Qur’an yang kami wahyukan
kepada hamba kami (Muhammad), maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an
itu....”(al-baqarah[2 ]:23)[13]
Dari tiga tahapan tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah SWT
adalah Maha Mengetahui tak satupun makhluk-Nya yang memenuhi tantangan diatas
C. Aspek-aspek Kemukjizatan Al-Qur’an
Kelahiran ilmu kalam didalam Islam mempunyai implikasi
yang lebih tepat untuk dikatakan sebagai
kalam di dalam kalam. Percikan pemikiran yang ada di dalamnya menarik
pegikutnya ke dalam pembicaraan yang bertumpang tindih, sebagiannya berada di
atas sebagian yang lain. Tragedi tokoh-tokoh ilmu kalam ini mulai tampak ketika
membicarakan kemukjizatan Al-Qur’an. Maka pendapat dan pandangan mereka tentang
kemukjizatan Al-Qur’an pun berbeda-beda dan beagam.
1)
Abu Ishaq Ibrahiman-Nizamdan pengikutnya dari
kaum Syi’ah seperti al-Murtada berpendapat, kemukjizatan Al- Qur’an adalah dengan cara sirfah
(pemalingan). Arti sirah dalam pandangan an-Nizam ialah, bahwa Allah
memalingkan orang-orang Arab untuk menantang Al-Qur’an padahal, sebenarnya,
mereka mamp menghadapinya. Maka pemalingan inilah yang luar biasa (mukjizat).
Sedang sirfah menurut pandangan al-Murtada adalah bahwa Allah telah mencabut
dari mereka ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menghadapi Al-Qur’an agar mereka
tidak mampu membuat seperti Al-Qur’an. Pendapat ini menunjukkan kelemahan
pemiliknya itu sendiri. Sebab tidak akan dikatakan terhadap orang yang dicabut
kemampuannya untuk berbuat sesuatu, bahwa sesuatu itu telah membuatnya lemah
selama ia masih memunyai kesanggupan untuk melakukannya pada suatu waktu. Akan
tetapi yang melemahkan (mu’jiz) adalah kekuasaan Allah SWT, dan dengan demikian
Al-Qur’an bukanlah mukjizat. Padahal pembicaraan kita tentang kemukjizatan
Al-Quran bukan kemukjizatn Allah, akan tetapi ada sepanjang masa. Berkata Qadi
Abu Bakar al-Baqalani: ‘ salah sesuatu
hal yang membatalkan pendapat sirfah ialah, kaulah menandingi Al-Qur’an itu
mungkin tetapi mereka dihalangi oleh sirfah, maka kalam Allah itu tidak
mukjizat, melainkan sirfah itulah yang mukjizat. Dengan demikian, kalam tersebut
tidak mempunyai kelebihan apapun atas kalam yang lan.’
2)
Satu
golongan ulama berpendapat, Al-Qur’an itu mukjizat dengan balagah-nya yang mencapai
tingkat tinggi dan tidak ada bandinganya. Ini adalah pendapat ahli bahas Arab
yang gemar akan benttuk-bentuk makna yang hidup dalam untaian kata-kata yng
terjalin kokoh dan retorika yang menarik.
3)
Sebagian mereka berpendapat, segi kemukjiztan
Al-Qur’an itu ialah karena ia mengandung badi’ yang sangat unik dan berbeda
dengan apa yang telah dikenal dalam perkataan orang Arab, seperti fasilah dan
maqta’
4)
Golongan lain berpendapat, kemukjizatan
Al-Qur’an itu terletak pada pemberitaannya tentang hal-hal ghaib yang akan
datang yang tak dapat diketahui kecuali dengan wahyu, dan pada pemberitaanya
tentang hal-hal yang sudah terjadi sejak masa penciptaan makhluk, yang tidak
mungkin dapat diterangkan oleh seorang ummi yang tidak pernah berhubungan
dengan ahli kitab. Misalnya firman Allah
tentang penduduk Badar:
“
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ku belakang.”
(al-Qamar [54]:45)
“
Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya
dengan sebenarnya” (al-Fath[48]:27)
“Allah
telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan
amal-amal shaleh bahwa Ia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di
bumu” (an-Nur [24]:5)
“ Alif
Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat, dan mereka
sesudah dikalahkan itu akan menang.” (ar-Rum [30]:1-3)
“ Itu
adalah di antara beita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan
kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu
sebelum ini”. (Hud[11]:49), dan kisah orang-orang terdahulu lainnya.
Pendapat golongan diatas tidak dapat diterima
(mardud), sebab ia menuntut ayat-ayat yang tidak mengandung berita tentang
ha-hal ghaib yang akan datang dan yang telahlalu, tidak mngandung mukjizat. Dan
ini adalah batil, sebab Allah telah menjadikan setiap surat sebagai mukjizat
tersendiri.
5)
Satu golongan berpendapat, Al-Qur’an itu mukjizat
karena ia mengandung bermacam-macam ilmu dan hikmah yang sangat dalam. Dan
masih banyak lagi aspek-aspek kemukjizatan lainnya yang berkisar pada sekitar
tema-tema di atas, sebagaimana telah dihimpun oleh sebagaian ulama, mencapai
sepuluh aspek atau lebih
Pada hakikatnya, Al-Qur’an itu mukjizat dengan
segala makna yang dibawakan dan dikandung
oleh lafaz-lafaznya
Ia mukjizat dalam lafaz-lafaz dan uslubnya.
Satu huruf daripadanya yang berada di tempatnya merupakan suatu mukjizat yang
diperlukan ole lainnya dalam ikatan kata, satu kata yang berada di tempatnya
juga merupakan mukjizat dalam ikatan kalimat, dan satu kalimat yang ada di
tempatnya pun merupakan mukjizat dalam jalinan surat.
Ia mukjizat dalam hal bayan
(penjelasan,retorika) dan nazam (jalinan)-nya. Di dalamnya seorang pembaca akan
menemukan gambaran hidup bagi kehidupan, alam dan manusia. Ia adalah mukjizat
dalam makna-maknanya yang telah menyingkapkan tabir hakikat kemanusiaan dan
misinya di dalam kosmos ini.
Ia mukjizat dengan segala ilmu dan pengetahuan
yang sebagian besar hakikatnya yang ghaib telah diakui dan dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern.
Ia adalah mukjizat dalam tasyri’ dan
pemeliharannya terhadap hak-hak asasi manusia serta dalam pembentukan
masyarakat teladan yang di tangannya dunia akan berbahagia.
Al-Qur’an, seluruhnya, itulah yang membuat
orang Arab yang semula hanya penggembala domba dan kambing, menjadi pemimpin
bangsa-bangsa dan panutan umat. Dan ini sudah cukup menjadi bukti mukjizat[14]
Dapat disimpulkan :
1) Kemukjizatan Al-Qur’an dari segi bahasa
a) Para ahli sastra Arab tidak mampu menciptakan karya tulis
yang dapat menandingi kenilaian sastra Al-Qur’an baik dari sisi gaya bahasanya
maupun susunanya.
b) Satu huruf Al-Qur’an memiliki kedudukan tersendiri dalam
memperindah bangunan suatu kata.
c) Begitu pula satu kata memiliki kedudukan tersendiri dalam
memperindah susunan kalimat dan konteks ayat secara umum.
2)
Kemukjizatan Al-Qur’an ilmiah (sains)
Al-Qur’an
pada dasarnya merupakan kitab suci yang memberikan petunjuk bagi umat manusia.
I’jaz Al-Qur’an dari sisi ilmu pengetahuan bukan karena ia memuat teori-teori
ilmiah yang berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman, layaknya buah karya
manusia dari suatu penelitian dan studi. Tetapi karena Al-Qur’an mendorong
untuk berpikir dan melakukan penelitian dalam berbgai bidang dengan memberikan
petunjuk-petunjuk hingg ilmiah. Sehingga manusia dapat memahami serta membuka
jalan untuk menyingkap rahasia alam semesta. Al-Qur’an memberikan perhatian
yang sangat besar sekali terhadap ilmu pengetahuan karena hal ini dapat
mengantarkan manusia untuk mengenal Allah SWT.
3) Kemukjizatan Al-Qur’an dalam bidang hukum
Al-Qur’an
banyak mengandung aturan-aturan hukum yang sebagian besarnya masih serupa
pokok-pokok hukum secara garis besar namun ada pula yang diterangkan secara
detail bagi kepentingan individu, masyarakat maupun negara. Orang yang
mengamati ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik akan mendapati bahwa Al-Qur’an
mengandung aturan-aturan yang sangat sempurna dalam segala bidang dan aspek
kehidupan manusia yang sesuai dengan fithrah dan perkembangannya.[15]
BAB III
Keistimewaan Al-Qur’an dibanding Mukjizat Semua Nabi Sebelum
Nabi Muhammad SAW
Al-Qur’an
adalah sebuah mukjizat yang berbeda dengan mukjizat-mukjizat para rosul sebelum
rasulullah na mukjizat para Rosul Muhammad SAW, karena mukjizat para rasul
sebelumnya berakhir dengan wafatnya para rasul tersebut, sedangkan Al-Qur’an
adalah mukjizat yang kekal abadi untuk selamanya, tidak akan musnah bersamaan
dengan wafatnya seorang rasul yangmenerimanya, sebagaimana Al-Qur’an merupakan
atau berisi kisah tentang keadaan (kondisi) para rasul terdahulu. Al-Qur’an
adalah mukjizat yang memberikan banyak
peluang bagi akal fikiran dan hati, dia juga memberi khitab kepada fitrah
manusia sepanjang masa dan tempat.[16]
Bahkan,
Al-Qur’an dianggap sebagai mukjizat yang lebih agung dari pada
mukjizat-mukjizat sebelumya:
Bukti mukjizat yang paling agung, paling
mulia dan paling nyata adalah Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi kita
Muhammad SAW. Sebab, peristiwa-peristiwa ajaib menyalahi adat kebiasaan, pada
umumnya, terpisah (berbeda) dari wahyu yang diterima oleh nabi. Mukjizat
didatangkan sebagai saksi akan kebenarannya. Al-Qur’an sendiri mengklaim
sebagai wahyu. Ia peristiwa ajaib menjadi mukjizat. Buktinya adalah dirinya sendiri.
Ia tidak membutuhkan bukti lain diluar dirinya seperti mukjizat-mukjizat lain
dalam kaitannya dengan wahyu. Oleh karena itu, ia merupakan bukti yang paling
nyata, karena antara bukti (dalil) dengan yang dibuktikan (madlul) yang
menyatu. Inilah pengertian dari sabda Nabi SAW: “Setiap nabi diberi tanda-tanda
yang dipercayai manusia. Sementara yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang
diturunkan kepadaku. Oleh karena itu, aku berharap bahwa aku memiliki pengikut
paling banyak di hari kiamat nanti”. Sabda tersebut menunjudkkan bahwa apabila
kedudukan mukjizat sedemikian jelas dan kuat buktinya, karena mukjizat tersebut
wahyu itu sendiri, maka kebenarannya jauh lebih banyak karena begitu jelasnya
sehingga orang yang membenarkan dan mempercayainya, sebagai pengikut dan umat,
juga banyak.(Ibnu Khaldun)
Apa
yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun tentang “ kesatuan dalil dan madlul” diatas,
dalam bahasa yang lain dapat dikatakan bahwa kebenaran wahyu tidak memperlukan
bukti lain diluar dirinya, justru dia sendirilah yang membuat bukti
kebenarannya itu. Jika dakwah-dakwah dan misi-misi sebelum Islam memerlukan
bukti yang menegaskan kebenaran wahyu, bukti eksternal ryang mencerminkan
terjadinya keajaiban dari diri nabi, maka dakwah dan misi islam tidak tidak memerlukan
bukti eksternal semacam itu. Kita patut bertanya, mengapa wahyu Islam menempati
kedudukan seperti itu, berbeda dari wahyu-wahyu sebelumnya, yang antara dalil
dan madlul-nya terpisah dan memerlukan dalil eksternal untuk menegaskan
kebenarannya?
Untuk
menjawab pertanyaan tersebut, sekali lagi kita kembali persoalan hubungan teks
dengan kebudayaan, bukan saja dalam konteks wahyu Islam saja, tetapi juga dalam
konteks wahyu-wahyu sebelumnya. Mukjizat, dalam konteks wahyu, tidak menyimpang
dari batas-batas kerangka yang menjadi karakteristik kebudayaan dimana wahyu
tersebut diturunkan. Oleh karena itu, mukjizat Nabi Isa a.s aalah menyembuhkan
penyakit dan menghidupkan kembali orang yang telah meninggal karena
karakteristik kebudayaan unggul di dalam ilmu kedokteran. Oleh karena kaum Nabi
Musa a.s memiliki keunggulan dala masalah sihir maka mukjizat Musa pun sejenis
dengan kepandaian kaumnya. Oleh karena bangsa Arab, dimana Al-Qur’an diturunkan
memiliki keunggulan dalam puisi, maka mukjizat yang diberikan berupa teks
bahasa yang merupakan teks wahyu itu sendiri[17].
Berulang kali, saat
orang-orang yang sinis dan ingkar menuntut suatu mukjizat, Nabi Muhammad selalu
menunjukkan Al-Qur’an –Risalah dari Yang Maha Tinggi sebagai mukjizat. Mukjizat
dari segala mukjizat.
Orang-orang yang
bijak, orang-orang yang mempelajari Al-Kitab, yang mempunyai wawasan spiritual
mendalam; yang cukup jujur terhadap diri sendiri, akan mengenal dan menerima
Al-Qur’an sebagai mukjizat sejati. Al-Qur’an menyatakan:
Artinya :
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di
dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari
ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.”[18]
(Q.S Al-Ankabut[29]:49).
BAB IV
Kesimpulan
Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa
Al-Qur’an adalah Mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT. kepada Nabi
Muhammad SAW. Kita patut tahu bahwa Allah SWT memberikan Mukjizat kepada Nabi
untuk meyakinkan kepada semua manusia yang ragu dan meyakinkan manusia yang
tidak percaya terhadap pesan atau misi yang dilakukan oleh Nabi.
Demikian makalah yang dapat saya sampaikan,
mohon maaf apabila ada salah dalam penulisan dan pembuatan makalah ini. Kritik
dan saran saya harapkan untuk penulisan makalah berikutnya.
Daftar Pustaka
Ahmad, Yusuf Al-Hajj. 2016. Mukjizat Al-Qur’an Yang Tak Terbantahkan. (Solo: Aqwam)
Al-Qahtan, Manna Khalil oleh Mudzakir A.S.
2009. Studi Ilmu–Ilmu Qur’an. (Bogor: Halim Jaya)
An-Najdi, Abu Zahra’ oleh Jalaluddin Rahmat.
1990. Al- Qur’an
dan Rahasia Angka–Angka. (Bandung: Pustaka
Hidayah)
Aziz, Moh Ali. 2019. Mengenal Tuntas Al-Qur'an .
(Surabaya: Imtiyaz)
Deedat Ahmed oleh Nurrudin Prihartono dan Tim.
1996. Al-Qur’an Mu’jizat dari Segala Mu’jizat. (Yogyakarta:
Titian Illahi Press)
Eldeeb Ibrahim oleh Masyru’uk Al Kashr Ma’a Al- Qur’an. 2009. Be A Living Qur’an. (Jakarta: Lentera
Hati)
Hamid Nast Abu Zaid. 1993. Tekstualitas Al-Qur’an. (Yogyakarta: IRCISOD)
Hamid Shalahudin. Study Ulumul Qur’an. (Jakarta:
Intimedia Ciptanusantara), t.t.
Iqbal, Mashuri Sirojuddin. 1994. Pengantar Ilmu Tafsir. (Bandung: Bandung Angkasa).
Tim Penyusun MKD UIN Sunan Ampel Surabaya. 2011 Bahan
Ajar Studi Al-Qur’an. (Surabaya:UIN Sunan
Ampel Press)
[1] Tim
Penyusun MKD UIN Sunan Ampel Surabaya,bahan
Ajar Studi Al-Qur’an,Surabaya,UIN Sunan Ampel Press,2017,Cet ke 7,hlm111
[2]
Manna Khalil al-Qattan oleh Mudzakir AS, Studi
Ilmu-Ilmu Qur’an,Bogor,Halim jaya,2009,cet.13,hal369
[3] Tim
Penyusun MKD UIN Sunan Ampel Surabaya,bahan
Ajar Studi Al-Qur’an,Surabaya,UIN Sunan Ampel Press,2017,Cet ke 7,hlm112
[3]
Manna Khalil al-Qattan oleh Mudzakir AS, Studi
Ilmu-Ilmu Qur’an,Bogor,Halim jaya,2009,cet.13,hal369
[5] Abu
Zahra’ An-Najdi oleh Jalaluddin Rahmat ,Al-qur’an
dan Rahasia Angka-Angka,Bandung,Pustaka H idayah,1990,Hlm17
[6]
Shalahudin Hamid, Study Ulumul Qur’an,
Jakarta, Intimedia Ciptanusantara, Hlm169
[7] Tim
Penyusun MKD UIN Sunan Ampel Surabaya,bahan
Ajar Studi Al-Qur’an,Surabaya,UIN Sunan Ampel Press,2017,Cet ke
7,hlm112-113
[8] Abu
Zahra’ An-Najdi,Al-qur’an dan Rahasia
Angka-Angka,Bandung,Pustaka Hidayah,1990,Hlm17-18
[9] Yusuf
Al-Hajj Ahmad, Mukjizat Al-Qur’an Yang
Tak Terbantahkan, Solo, Aqwam,2016,Cet ke 1,Hlm 45
[10] Moh.
Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an,
Surabaya, Imtiyaz, 2019,Cet ke4, Hlm14
[11] Moh.
Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an,
Surabaya, Imtiyaz, 2019,Cet ke4, Hlm14-15
[12]
Shalahudin Hamid, Study Ulumul Qur’an,
Jakarta, Intimedia Ciptanusantara, Hlm170
[13] Manna
Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,Bogor,Halim
jaya,2009,cet.13,hal371-372
[14] Manna
Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,Bogor,Halim
jaya,2009,cet.13,hal374-377
[15] Ibrahim
Eldeeb oleh Masru’uk al-Kash mu’al, Be A
Living Qur’an, Jakarta, Lentera Hati, 2009, Cet ke 1, Hlm49
[16] Tim
Penyusun MKD UIN Sunan Ampel Surabaya,bahan
Ajar Studi Al-Qur’an,Surabaya,UIN Sunan Ampel Press,2017,Cet ke 7,hlm1113
[17] Nasr
Hamid Abu Zaid, Tekstualitas Al-Qur’an,
Yogyakarta, IRCiSoD, 1993, cet ke 1, Hlm 167-169
[18] Ahmed
Deedat oleh Nuruddin Prihartono dan Tim, Al-Qur’an Al-Qur’an Mukjizat dari segala mukjizat,
Yogyakarta, Titian Ilahi Press,1996,Cet 1, Hlm 24

Alhamdulillah terima kasih artikelnya sangat menambah wawasan dan bisa untuk perbaikan diri
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih artikelnya sangat menambah wawasan dan bisa untuk perbaikan diri
BalasHapusAlhamdulillah, sangat bermanfaat sekali. Bahasanya juga mudah dipahami. Terima kasih
BalasHapusSangat membantu sekali. Semoga bermanfaat bagi kita semua aminnnn
BalasHapusAlhamdulillah, materinya sangat menarik dan bagus. Terimakasih untuk informasi yang diberikan, semoga bermanfaat bagi kita semua dan barokah tentunya. Aminn
BalasHapusalhamdulillah, semoga ilmunya bermanfaat:) semangat ukhti!
BalasHapusMasyaallah bermanfaat sekali informasinya ukthi. Terus memberikan informasi yang manfaat dan menarik ya👍
BalasHapusalhamdulillah, terimakasih banyakk yaa atas pembuatan makalah ini sangat membantu buat saya,good job.
BalasHapusMakalah ini cukup lugas dan mudah dipahami,penggunaan kata dan bahasanya pun juga sangat mudah dimengerti, terimakasih infonya, barakallah
BalasHapusMakalahnya sangat membantu, Materinya cukup menarik, Semoga lebih bermanfaat lagi ya untuk orang banyak. 😊🙏
BalasHapusMakalahnya mudah dimengerti dengan kalimat-kalimat yg lugas, Semoga kedepan nya bisa lebih baik lagi ��
BalasHapusMasyaallah makalahnya Sangat sangat baik. Materinya menarik dan semoga bermanfaat untuk yang membaca. Semangat adekkuuu
BalasHapusMakalah ini sangat bermanfaat, dari makalah ini kita dapat mengerti tentang kemukjizatan al-Qur'an, meskipun tidak secara universal
BalasHapusMasya allah.semoga bermanfaat kak😊
BalasHapusMateri tersebut sangatlah membantu dalam hal pemahaman isi dalam al quran. Semoga pemaparan materi berguna untuk semua kalangan.
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat sekali. Semoga bisa membantu untuk yg kurang tau tentang mukjizat Al Qur an
BalasHapusmaterinya sangat menarik dan tentunya juga bermanfaat bagi para pembaca
BalasHapusAlhamdulillah menambah wawasan dan sangat bermanfaat dan membantu terimakasih tingkatkan lagi semangat terus
BalasHapusTerima kasih atas pembuatan makalah ini, alhamdulillah sangat membantu saya
BalasHapusMakalah ini sudah bagus dan materi yang disampaikan pun sudah lengkap. Semoga lebih bersemangat lagi kedepannya.
BalasHapusmakalahnya kayaknya copy paste ini
BalasHapusMasyaAllah semoga bermanfaat bagi kebaikan umat dan dan menambah amal kebaikan bagi penulis
BalasHapusMakalahnya menarik, alhamdulillah bisa menambah wawasan dan sangat bermanfaat bagi para pembaca.
BalasHapusMasyaallah semoga ilmunya bermanfaat untuk semua orang yang membaca amin
BalasHapusAlhamdulillah sangat membantu sekali,semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya, san semoga lebih baik kedepannya😊
BalasHapusAlhamdulillah semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi saya dan semua orang aamiin
BalasHapusAlhamdulillah semoga makalah anda menjadi berkah dan bermanfaat bagi semua aminn
BalasHapusAlhamdulillah. Artikel ini mudah dipahami sehingga sangat bermanfaat. Terimakasih atas pembagian ilmunya.
BalasHapusAlhamdulillah sangat membantu sekali,semoga bermanfaat bagi semua yang membacany
BalasHapusAlhamdulillah sangat membantu sekali makala ini. Semoga semakin bermanfaat bagi banyak orangan ya
BalasHapusWow, bagus
BalasHapusMasyaallah, muwantap syekali blog ini ilmunya sangat bermanfaat bagi dunia dan akhirat
BalasHapusAlhamdulillah, sangat membantu. Semoga sukses kedepannya.
BalasHapusMasyaAllah, sangat membantu sekali semoga berguna bagi orang lain yang membaca
BalasHapusTerimakasih, ini sangat membantu saya
BalasHapusmasyaAllah, inshaAllah makalah ini dapat membantu dan bermanfaat bagi orang yang membacanya
BalasHapusMasyaAllah.. semoga barokah. Bermanfaat bagi yang membaca
BalasHapusMasyaAllah.. semoga barokah. Bermanfaat bagi yang membaca
BalasHapusSangat bermanfaat sekali materinya semoga bisa menambah wawasan untuk pembaca
BalasHapusAlhamdulillah materinya sangat bermanfaat bagi saya semoga bisa menambah wawasan untuk para pembaca
BalasHapusTerimakasih sudah memberikan materi yang sangat bermanfaat ini, semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua
BalasHapusBahasa dan materi yang ada dimakalah sudah baik dan mudah dipahami. Semoga bisa bermanfaat
BalasHapusMakalahnya rapi, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin
BalasHapusMakalahnya rapi, semoga bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusalhamdullilah bacaannya bisa di pahami dgn baik,semoga dapat bermanfaat buat semua
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya mudah dipahami dan menambah wawasan saya sebagai pembaca. Tetimakasih author!!!!
BalasHapusalhamdulillah.. sangat membantu.. mudah dipahami..semoga allah paring manfaat lan barokah
BalasHapusArtikel yang bagus berfaedah moga makin sukses
BalasHapusTerima kasih mbak artikelnya sangat bagus, mudah dipahami juga sangat bermanfaat. Semoga makin sukses terus yaa..
BalasHapusAlhamdulillah ukhti, terima kasih semoga barokah dan bermanfaat. Semangat dan sukses..
BalasHapussangat sangat membantu untuk memperdalam ilmu agama
BalasHapusterima kasih
Thanks for this paper,,,very suppport for us,,, may god bless u
BalasHapusMasyaAllah sangat bermanfaat sekali terimakasih
BalasHapusYang membuat saya bingung. Sama² ciptaan Allah (4kitab) tapi kenapa selain Alquran menghilang setelah utusannya wafat????
BalasHapusSemangatt dek
BalasHapusBERMANFAAT BANGEEEEDDSS , MANGATSSS YA 🥰
BalasHapusSebelumnya terimakasih, semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.
BalasHapusCukup lengkap, bagus buat nambah pengetahuan. Good job
BalasHapusجيد جدا ... نأمل أن تنتج أعمالا كتابية جيدة وصحيحة. انتظار الورقة التالية ...
BalasHapusAlhamdulillah ilmunya semoga bermanfaat bagi yang lainnya untuk pembelajaran kita
BalasHapusآمل أن يكون المقال مفيدًا ، وآمل أن يكون أولئك الذين يقرأون قد حصلوا على المعرفة ، قد وصلوا إلى المقالة المثالية
BalasHapusmateri yang disampaikan suda lumayan baik, semoga lebih baik lagi kedepannya
BalasHapusSangat bermanfaat bagi pembaca, ditunggu karya selanjutnya, sukses selalu kak
BalasHapusMasyaallah, Alhamdulillah makasih kak telah menuliskan artikel ini, aku jadi ngerti mukjizat Al Qur'an. Sehat selalu kak.
BalasHapusMasyaallah semenjak saya membaca komentar ini saya yakin bahwa saya adalah generasi yg hebat karena telah membaca tulisan dari blog sebelah yg informatif makasih
BalasHapusMakalahnya bagus sekali kak,semoga bermanfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para pembaca aminnnn
BalasHapusAlhamdulillah dengan artikel ini bertambah wawasan dan ilmu saya terimakasih
BalasHapuswahh sangat membantu sekali ...
BalasHapusalhamdulillah artikel ini sangat membantu sekali semakin menambah ilmu juga buat saya terimakasih
BalasHapusSemoga bermanfaat dan menambah wawasan
BalasHapusSangat membantu menambah wawasan terima kasih
BalasHapus